CIV 2026 Arunika Hadir di Cisauk, Ajak Warga Pilah Sampah dan Sulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun

Cisauk, 5 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari rumah, masyarakat dapat mengambil peran melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan mengolah kembali limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna. Semangat inilah yang dihadirkan dalam Seminar Pengabdian pada Masyarakat Chemistry in Village (CIV) 2026 “Arunika”, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA), Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026 tersebut bertempat di Masjid Jami’ Al-Ichlas 7, RT 004/RW 03, Kelurahan Cisauk. Seminar menjadi salah satu rangkaian utama program kerja CIV 2026 “Arunika” yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam kegiatan edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Oliva Widiarti selaku pembawa acara. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rafie Fawwaz Hariyanto serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana CIV 2026, Andi Tri Hantoro; Ketua HIMKA, Adji Taufik Naufal; Ketua Program Studi Kimia, Dr. Yusraini Dian Inayati Siregar, M.Si.; Lurah Kelurahan Cisauk, Ramdhan Randika, S.STP., M.I.P.; Ketua RW 03, Rohmat; Ketua RT 004, Abdul Azis; serta tokoh masyarakat setempat.

Dari Rumah, Memulai Kebiasaan Memilah Sampah

Sesi pertama menghadirkan Nur Oktri Mulya Dewi, M.Si. yang menyampaikan materi bertajuk “Mengenal dan Menerapkan Pilah Sampah dalam Kehidupan Sehari-hari.”

Materi ini mengajak masyarakat mengenali jenis-jenis sampah sekaligus memahami pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Pembahasan juga menyoroti dampak penumpukan sampah rumah tangga terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri.

Antusiasme warga terlihat selama sesi berlangsung. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai penerapan pemilahan sampah di lingkungan RT 004/RW 03. Diskusi yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan membutuhkan keterlibatan bersama.

Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Sesuatu yang Bernilai

Antusiasme warga semakin terasa pada sesi kedua yang menghadirkan Vetty Megantari, M.Si. sebagai pemateri. Sesi yang dimoderatori oleh Aqilla Sallim Izza tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Piring.”

Materi ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Jika selama ini minyak jelantah lebih sering dipandang sebagai limbah yang sudah tidak terpakai, melalui sesi ini masyarakat diperkenalkan pada alternatif pemanfaatannya menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara teoritis, tetapi juga disertai demonstrasi pembuatan sabun cuci piring. Demonstrasi tersebut membuat suasana seminar menjadi lebih interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari formulasi bahan hingga kemudahan penerapannya di rumah.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan CIV 2026 “Arunika”. Pengetahuan kimia yang disampaikan tidak berhenti pada konsep, tetapi diterjemahkan menjadi keterampilan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kimia untuk Masyarakat, Lingkungan untuk Masa Depan

Melalui dua materi tersebut, CIV 2026 “Arunika” membawa pesan yang sederhana namun penting: pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari rumah melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Pemilahan sampah membantu masyarakat mengenali dan mengelola limbah sejak dari sumbernya, sementara pemanfaatan minyak jelantah memberikan alternatif agar limbah rumah tangga tidak langsung berakhir sebagai pencemar lingkungan. Kedua kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata penerapan ilmu kimia untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Rangkaian seminar kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dan plakat apresiasi kepada para pemateri oleh Ketua Pelaksana CIV 2026 bersama perwakilan undangan.

Melalui CIV 2026 “Arunika”, HIMKA FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat diteruskan melalui praktik sederhana di lingkungan masyarakat. Dari memilah sampah hingga mengolah minyak jelantah, langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi awal bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

CIV 2026 “Arunika” — menghadirkan ilmu kimia lebih dekat dengan masyarakat, untuk lingkungan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *