Jakarta, 31 Juli 2026 – Jurnal Kimia Valensi, Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Webinar Bedah Artikel Jurnal Kimia Valensi bertajuk “Dari Laboratorium ke Publik: Sains Kimia Membuktikan Keaslian Madu”. Webinar ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pemanfaatan instrumen kimia dalam mendeteksi keaslian madu serta memperkenalkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 08.30–10.30 WIB secara hybrid di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Fakultas Sains dan Teknologi serta melalui Zoom Meeting. Webinar dipandu oleh Vetty Megantari, M.Si. selaku moderator dan menghadirkan Prof. Dr. La Ode Sumarlin, M.Si. sebagai narasumber. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi. Dari Program KKN in Campus, webinar ini dihadiri oleh Disya, Fayadh, Nayla, dan Nurul.
Dalam webinar ini dibahas penelitian mengenai pembedaan madu murni dan madu yang dipalsukan menggunakan instrumen LC-MS/MS. Narasumber menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan madu di masyarakat mendorong munculnya berbagai bentuk pemalsuan, seperti penambahan gula, gula invert, pemberian pakan gula kepada lebah, hingga proses fermentasi selama penyimpanan yang dapat menurunkan kualitas madu.
Penelitian menggunakan beberapa jenis sampel, yaitu madu murni, madu murni yang ditambahkan glukosa dan fruktosa, serta madu analog (madu sintetik). Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap sampel memiliki fingerprint atau pola sidik jari kromatografi yang berbeda. Perbedaan tersebut memungkinkan peneliti menentukan marker sebagai pembeda antara madu murni dan madu sintetik sehingga keaslian madu dapat diidentifikasi secara lebih akurat.

Selain dimanfaatkan untuk mendeteksi pemalsuan, madu juga dapat digunakan sebagai parameter kontrol lingkungan karena mengandung berbagai senyawa yang mencerminkan kondisi lingkungan tempat lebah mencari nektar. Beberapa jenis madu diketahui memiliki senyawa khas yang dapat dimanfaatkan sebagai informasi tambahan dalam proses karakterisasi madu. Secara keseluruhan, webinar berlangsung dengan baik dan memberikan wawasan baru mengenai penerapan LC-MS/MS dalam analisis pangan, khususnya untuk membedakan madu murni dan madu yang dipalsukan. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penelitian berbasis instrumen analitik dalam menjamin kualitas produk pangan serta memperkenalkan proses publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional.

