Pelatihan Asisten Laboratorium 2026: Membentuk Asisten Laboratorium yang Kompeten, Inovatif, dan Berintegritas

Ciputat, 31 Agustus 2026 — Laboratory Management of Chemistry (LMC), Kementerian Khusus Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyelenggarakan Pelatihan Asisten Laboratorium 2026 pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara luring di Teater Lantai 6B Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengusung tema “SHINE: Strengthening High-performing, Innovative, and Noble Laboratory Assistants for Excellence.”

Kegiatan ini ditujukan bagi para calon asisten laboratorium sebagai bentuk pembekalan sebelum mereka menjalankan tugas mendampingi kegiatan praktikum di laboratorium. Pelatihan diikuti oleh Asisten Laboratorium Baru 2026, panitia pelaksana, perwakilan HIMKA, serta Pembina LMC.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai Standard Operating Procedure (SOP), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta etika dan tanggung jawab seorang asisten laboratorium.

Membekali Asisten dengan Keterampilan Pembuatan Larutan dan K3 Laboratorium

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Anggun Riri Putri. Kegiatan selanjutnya diisi dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Maha Amalia, Ketua LMC Habiburrahman Asy Syaukani, Ketua HIMKA Adji Taufik Naufal, serta Pembina LMC Dr. Adi Riyadhi, M.Si.

Materi pertama disampaikan oleh Vetty Megantari, M.Si. dengan topik pembuatan larutan, SOP laboratorium, dan K3 laboratorium.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep dasar pembuatan larutan, mulai dari konsentrasi, molaritas, hingga normalitas. Peserta juga diajak memahami perhitungan yang diperlukan untuk menentukan jumlah zat yang dibutuhkan dalam pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu.

Tidak hanya larutan yang dibuat dari zat padat, materi juga membahas pembuatan larutan melalui proses pengenceran dari larutan stok atau larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi. Hal yang tidak kalah penting adalah ketelitian dalam setiap tahapan kerja, mulai dari persiapan neraca, proses penimbangan, hingga pencatatan massa aktual zat yang digunakan.

Pemahaman tersebut menjadi penting karena ketepatan konsentrasi larutan sangat dipengaruhi oleh ketelitian dalam proses penimbangan dan pengukuran. Peserta juga diperkenalkan kembali pada prinsip penggunaan alat-alat volumetrik serta prosedur kerja yang tepat untuk mendukung hasil praktikum yang akurat dan aman.

Melalui sesi ini, calon asisten diharapkan tidak sekadar mampu menghitung dan membuat larutan, tetapi juga memahami bahwa ketelitian, disiplin prosedur, dan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan di laboratorium kimia.

Memahami Pengelolaan Limbah B3 dan Tanggung Jawab Asisten Laboratorium

Materi kedua disampaikan oleh Gina Windari, Amd.Farm. dengan topik SOP asisten laboratorium dan pengelolaan limbah B3.

Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada pengertian dan karakteristik Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), khususnya limbah yang dihasilkan dari kegiatan praktikum maupun penelitian di laboratorium. Pembahasan mencakup identifikasi dan pengelompokan limbah berdasarkan karakteristiknya agar setiap jenis limbah dapat ditangani dengan metode yang tepat.

Peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengelolaan limbah B3, mulai dari penanganan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga penimbunan. Secara khusus, materi juga membahas pengelolaan berbagai jenis limbah yang umum ditemukan di laboratorium kimia, termasuk limbah cair, limbah padat, serta limbah pecah belah.

Pemahaman mengenai pengelolaan limbah menjadi salah satu kompetensi penting bagi asisten laboratorium. Asisten tidak hanya bertugas membantu praktikan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memiliki peran dalam memastikan limbah praktikum ditempatkan pada wadah yang sesuai dan dikelola berdasarkan karakteristiknya

Selain pengelolaan limbah, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab asisten laboratorium. Seorang asisten dituntut untuk menguasai materi praktikum, memastikan kesiapan alat dan bahan, membimbing praktikan dalam penggunaan alat dan prosedur kerja, mengawasi jalannya praktikum, serta memastikan penerapan APD dan K3.

Dengan demikian, peran asisten laboratorium tidak hanya sebatas membantu proses praktikum, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan laboratorium yang aman, tertib, disiplin, dan bertanggung jawab.

Membangun Budaya Laboratorium yang Aman dan Profesional

Pelatihan Asisten Laboratorium 2026 menjadi momentum penting bagi calon asisten untuk mempersiapkan diri sebelum terlibat langsung dalam kegiatan praktikum. Pengetahuan mengenai teknik laboratorium perlu berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap keselamatan, pengelolaan limbah, kepatuhan terhadap SOP, serta etika dalam menjalankan tugas.

Melalui tema SHINE, LMC HIMKA berupaya mendorong lahirnya asisten laboratorium yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menunjukkan sikap profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi keselamatan kerja.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Keysha Rahma Putriwantoro dan sesi penutupan oleh pembawa acara.

Secara keseluruhan, Pelatihan Asisten Laboratorium 2026 berlangsung dengan baik dan memberikan bekal penting bagi para peserta dalam menjalankan tugasnya di laboratorium. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara konsisten sehingga para asisten mampu menjadi pendamping praktikum yang kompeten sekaligus menjadi teladan dalam penerapan budaya keselamatan dan profesionalisme di lingkungan laboratorium Kimia FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *