[Studium Generale]: Chemistry for Food Safety and Sustainable Public Health

Dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa mengenai manajemen keamanan pangan dalam berbagai bidang industri, Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Studium Generale bertema “Akselerasi Daya Saing Produk Pangan Melalui Implementasi HACCP & Food Safety Management System” pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 09.15 – 13.00 WIB di Teater Lt. 2 Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidyatullah Jakarta.

Acara ini menghadirkan Ibu Fitri Hasanah, S.TP, M.Si dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) – Kementerian Perindustrian RI sebagai narasumber dan Ibu Anna Muawanah M.Si sebagai moderator yang juga merupakan Dosen Program Studi Kimia.


Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pihak Prodi Kimia yang menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap prinsip dan penerapan sistem manajemen keamanan pangan dalam industri. Acara bersifat terbuka dan wajib bagi mahasiswa Kimia semester 4, serta peserta memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi.

Dalam penyampaian materinya, Fitri Hasanah, S.TP, M.Si menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai implementasi HACCP dan sistem manajemen keamanan pangan dalam proses produksi industri. Beliau menekankan bahwa keamanan pangan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan hak setiap manusia dan kunci perdagangan global. Materi mencakup pengenalan bahaya kontaminasi fisik, kimia, dan mikroba , pentingnya pemenuhan fondasi Prerequisite Program (PRP) seperti GMP (Good Manufacturing Practice) dan SSOP , serta pengaplikasian 12 langkah dan 7 prinsip utama HACCP untuk mengantisipasi bahaya secara preventif. Ibu Fitri juga memaparkan contoh kasus nyata terkait kegagalan kontrol proses (control failure), seperti kasus keracunan makanan akibat waktu tunggu distribusi yang terlalu lama serta kegagalan kontrol suhu penyimpanan panas (hot holding) yang tidak dipertahankan pada suhu ≥ 60°C.

Menurut beliau, pemetaan keseluruhan proses dan penanaman kontrol tepat di titik-titik kerentanan tertinggi (CCP) sangat krusial dalam mengunci celah kontaminasi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami hubungan antara rekayasa proses preventif dengan jaminan mutu dalam industri modern. Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai diskusi aktif mengenai pentingnya standardisasi bagi pelaku industri pangan. Materi memberikan wawasan baru tentang kaitan antara pengawasan proses produksi, kepatuhan regulasi, dan akses pasar global. Melalui Studium Generale ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran strategis mereka dalam mendukung industri pangan nasional dan menerapkan sistem jaminan keamanan pangan secara berkelanjutan. (HIMKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *