Jakarta, 16 September 2026 – Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan PT Indotech Sains Inti menyelenggarakan kegiatan Studium Generale 2026 bertajuk “Indotech Mengajar” pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Teater FST Lantai 2 UIN Jakarta. Mengusung tema “HPLC Beyond the Classroom: Menjembatani Pembelajaran Analisis Kimia dengan Praktik Laboratorium Industri”, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat wawasan akademik dan keterampilan praktis mahasiswa, khususnya mahasiswa angkatan 2024, dalam memahami penggunaan instrumen laboratorium modern yang diterapkan di dunia industri.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator Syifa Qanita dan Anisah Mutiara Dewi, mahasiswa Kimia aktif 2025. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Husni menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi antara Program Studi Kimia FST UIN Jakarta dan PT Indotech Sains Inti. Beliau juga menekankan pentingnya kegiatan yang dapat mempertemukan pembelajaran akademik dengan perkembangan teknologi di dunia industri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai penerapan ilmu kimia dan penggunaan instrumen analisis dalam lingkungan laboratorium profesional.
Setelah sambutan Dekan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi pertama oleh Dr. Sandra Hermanto, M.Si., Dosen Kimia dan Instrumen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam pemaparannya yang berjudul “HPLC Beyond the Classroom”, Dr. Sandra menjelaskan perkembangan metodologi kromatografi dari kromatografi kolom konvensional menuju sistem High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) modern. Materi mencakup pengenalan komponen utama HPLC, mulai dari solvent reservoir, high-pressure pump, autosampler, kolom analitik, hingga detektor. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai parameter efisiensi pemisahan, seperti resolusi dan jumlah plat teoritis, serta strategi elusi secara isokratik dan gradien. Penerapan HPLC dalam berbagai sektor industri, seperti farmasi, pangan, dan polimer, turut dibahas bersama dengan teknik troubleshooting untuk mengatasi permasalahan analisis, salah satunya peak tailing.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Anugrah Cahyo Widodo, S.Si., selaku Product Specialist & Business Development PT Indotech Sains Inti, dengan materi berjudul “HPLC for Student 101 with Chromaster PLUS”. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan secara lebih mendalam dengan instrumen Hitachi Chromaster PLUS, meliputi sistem Pump, Autosampler, Column Oven, serta berbagai jenis detektor seperti UV-Vis, DAD, RI, dan MS. Narasumber juga menjelaskan fungsi Organizer serta penggunaan software ChromAssist dalam proses analisis. Selain pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi instrumen yang memperlihatkan alur penggunaan HPLC, pembuatan kurva kalibrasi, integrasi puncak kromatogram, hingga pemeliharaan rutin instrumen.
Pembahasan pada sesi kedua turut dilengkapi dengan studi kasus pengujian kadar Bisphenol A (BPA) dan Diphenyl Carbonate (DPC) pada wadah polikarbonat berdasarkan regulasi Food Sanitation Act. Studi kasus tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai penerapan HPLC dalam pengujian bahan dan produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya metode analisis yang tepat dalam memenuhi standar pengujian.

Seluruh rangkaian kegiatan Studium Generale Indotech Mengajar 2026 ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara mahasiswa, dosen, dan para pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan, khususnya mengenai penggunaan HPLC, proses analisis, pemeliharaan instrumen, serta penerapannya dalam lingkungan industri.Melalui kegiatan Studium Generale Indotech Mengajar 2026, Program Studi Kimia FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mendorong terjalinnya sinergi antara dunia akademik dan industri. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan laboratorium analisis modern.

