Konsinyering Akreditasi: Connecting Education and Research, Optimalisasi ELSA BRIN dalam Implementasi Kurikulum OBE

Jakarta, 7 Oktober 2026 – Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan kegiatan Konsinyering Akreditasi bertajuk “Connecting Education and Research: Optimalisasi ELSA BRIN dalam Implementasi Kurikulum OBE” pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Teater lantai 2 FST UIN Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pusat riset nasional, khususnya dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui pemanfaatan fasilitas dan layanan BRIN.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dr. Yusraini Dian Inayati Siregar, M.Si., selaku Ketua Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Prof. Dr. Ambran Hartono, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi antara Program Studi Kimia FST UIN Jakarta dengan BRIN. Beliau juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai jembatan antara pembelajaran akademik dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan riset di dunia industri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoretis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai penerapan ilmu kimia, akses terhadap laboratorium canggih, serta peluang pengembangan kompetensi di lingkungan riset profesional.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber utama, Dr. Muhammad Al Muttaqii, M.T., selaku Kepala Pusat Riset Katalisis BRIN, yang dimoderatori oleh Yulyani Nur Azizah, M.Si sebagai dosen program studi kimia. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai peran strategis BRIN sebagai lembaga riset nasional yang menaungi 12 Organisasi Riset dan 85 Pusat Riset, termasuk di dalamnya Pusat Riset Katalisis. Materi mencakup pengenalan struktur organisasi BRIN, fasilitas laboratorium unggulan, serta berbagai skema pendanaan riset kolaboratif yang tersedia bagi perguruan tinggi. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai platform E-Layanan Sains (ELSA) sebagai pintu gerbang digital untuk mengakses layanan riset, fasilitas laboratorium, serta peluang kolaborasi dan pendanaan.

BRIN membuka dua skema magang utama, yaitu Magang Riset & Non-Riset untuk mahasiswa D4/S1 dan Magang Riset Tugas Akhir untuk mahasiswa D4/S1, S2, dan S3, yang memberikan pengalaman langsung dalam proyek riset di laboratorium modern dengan durasi dan penyetaraan SKS yang disesuaikan dengan kebijakan perguruan tinggi. Berbagai skema pendanaan riset kolaboratif seperti RIIM Kompetisi, RIIM Kolaborasi, Pusat Kolaborasi Riset (PKR), RIIM Start-Up, dan Kolaborasi Internasional Khusus (Joint Call) juga terbuka bagi dosen dan peneliti perguruan tinggi untuk mengembangkan riset strategis di bidang ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan teknologi maju.

Narasumber juga menjelaskan fungsi Organizer serta penggunaan portal ELSA (E-Layanan Sains) dalam proses pendaftaran, termasuk pemilihan topik riset, pengunggahan berkas persyaratan, dan pemantauan status pengajuan. Selain pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi simulasi penggunaan ELSA yang memperlihatkan alur pengajuan layanan, mulai dari login, memilih menu bimbingan, hingga mengajukan layanan magang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen-dosen Program Studi Kimia FST UIN Jakarta, di antaranya Dr. Sandra Hermanto, M.Si., Anna Muawanah, M.Si., dan Dr. Isalmi Aziz, M.T.

Pembahasan pada sesi ini turut dilengkapi dengan studi kasus pemanfaatan fasilitas BRIN, seperti akses ke laboratorium kimia, alat instrumentasi canggih (NMR, GC-MS, LC-MS, XRD, XPS, dan lainnya), serta peluang kolaborasi riset. Studi kasus tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa dan dosen mengenai penerapan riset di dunia nyata serta pentingnya pemanfaatan infrastruktur riset nasional dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan peningkatan kualitas skripsi/tugas akhir.

Seluruh rangkaian kegiatan Konsinyering Akreditasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara mahasiswa, dosen, dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan, khususnya mengenai mekanisme pendaftaran magang di BRIN, persyaratan administrasi, konversi SKS, serta peluang kolaborasi riset lanjutan antara kampus dan BRIN. Berdasarkan pemaparan materi dan diskusi yang berlangsung, dapat disimpulkan bahwa BRIN memiliki peran strategis sebagai mitra perguruan tinggi dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis OBE melalui penyediaan fasilitas riset, sumber daya manusia, serta skema pendanaan yang dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa. Platform ELSA BRIN menjadi pintu gerbang digital yang memudahkan akses terhadap layanan riset, termasuk pengajuan magang, penggunaan laboratorium, dan pendanaan riset, sehingga pemahaman terhadap alur dan prosedurnya menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan fasilitas BRIN.

Dengan demikian, kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi lulusan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang laboratorium analisis modern dan riset terapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *