LMC HIMKA Gelar Pelatihan Anggota LMC 2026, Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Laboratorium dan Budaya K3

Ciputat, 21 Juli 2026 — Laboratory Management of Chemistry (LMC), salah satu bagian dari Kementerian Khusus Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyelenggarakan Pelatihan Anggota LMC 2026 pada Selasa, 21 Juli 2026. Bertempat di Teater Lantai 6B Fakultas Sains dan Teknologi dan Laboratorium Lantai 3 Pusat Laboratorium Terpadu (PLT) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi anggota baru LMC untuk mengenal lebih dekat dunia pengelolaan laboratorium sekaligus membangun budaya kerja yang aman dan profesional.

Mengusung tema “BEYOND: Building Excellence through Youth Organization, Networking, and Development”, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan teknis laboratorium kepada anggota baru LMC. Tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan alat dan melakukan prosedur laboratorium, pelatihan juga menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Standard Operating Procedure (SOP), serta pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kegiatan diikuti oleh anggota baru LMC 2026, panitia pelaksana, Badan Pengurus Harian (BPH) LMC, perwakilan HIMKA, Pembina LMC, Ketua Program Studi Kimia, serta Kepala Pusat Laboratorium Terpadu.

Membangun Budaya Keselamatan sebagai Fondasi Laboratorium

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Ashar Hidayah, Ketua LMC Habiburrahman Asy Syaukani, Ketua HIMKA Adji Taufik Naufal, Pembina LMC Dr. Adi Riyadhi, M.Si., serta Ketua Program Studi Kimia Dr. Yusraini Dian Inayati S., M.Si.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Sandra Hermanto, M.Si., yang mengangkat topik Budaya Keamanan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium (K3) serta SOP Laboratorium.

Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa keselamatan bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan merupakan bagian fundamental dari budaya kerja di laboratorium. Lingkungan laboratorium yang aman dan produktif membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pengelola laboratorium hingga mahasiswa.

Materi juga mengintegrasikan aspek chemical safety, chemical security, dan environmental pollution management. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya bahan kimia, termasuk bahan yang bersifat toksik, korosif, reaktif, maupun mudah meledak, serta risiko yang dapat muncul apabila prosedur keselamatan diabaikan.

Beberapa prinsip dasar yang ditekankan antara lain pentingnya memahami Material Safety Data Sheet (MSDS), menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat, mengikuti SOP, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

Pembekalan ini menjadi penting mengingat anggota LMC nantinya akan beraktivitas langsung di lingkungan laboratorium dan memiliki tanggung jawab untuk turut menciptakan suasana kerja yang aman bagi diri sendiri maupun pengguna laboratorium lainnya.

Menguatkan Keterampilan Dasar dalam Pembuatan Larutan

Materi berikutnya disampaikan oleh Nurul Amilia, M.Si. dengan topik dasar-dasar pembuatan larutan.

Pembuatan larutan merupakan salah satu keterampilan fundamental dalam kegiatan laboratorium kimia. Oleh karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep zat terlarut (solute), pelarut (solvent), konsentrasi, molaritas, molalitas, normalitas, serta pengenceran.

Materi tidak hanya menekankan aspek perhitungan, tetapi juga pentingnya ketelitian dalam penggunaan alat volumetrik. Pemahaman terhadap hubungan antara perhitungan stoikiometri dan praktik di laboratorium menjadi bekal penting bagi anggota LMC agar mampu menghasilkan larutan dengan konsentrasi yang sesuai.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami “bagaimana menghitung”, tetapi juga memahami bagaimana hasil perhitungan tersebut diterapkan secara benar dalam pekerjaan laboratorium.

Pengelolaan Limbah B3: Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Nur Ernita, S.Si. yang membahas pengelolaan limbah B3 di laboratorium.

Peserta diperkenalkan pada tahapan pengelolaan limbah B3 secara menyeluruh, mulai dari identifikasi, pemilahan, pelabelan, pewadahan, penyimpanan, hingga pengolahan dan penyerahan kepada pihak yang berwenang. Penanganan limbah juga perlu mempertimbangkan karakteristik bahayanya sehingga setiap jenis limbah mendapatkan perlakuan yang tepat.

Dalam sesi ini, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya penggunaan informasi dari MSDS dalam mengidentifikasi karakteristik limbah serta pemisahan limbah berdasarkan sifatnya, seperti limbah asam dan basa. Simbol bahaya juga menjadi bagian penting dalam proses pelabelan untuk memastikan setiap limbah dapat dikenali dan ditangani dengan benar.

Pembahasan tersebut memberikan perspektif bahwa pengelolaan limbah laboratorium bukan hanya persoalan membuang sisa bahan praktikum, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap keselamatan manusia dan perlindungan lingkungan.

Dari Teori ke Praktik melalui Basic Skill Laboratory

Setelah mendapatkan pembekalan teori, peserta kemudian mengikuti sesi praktik Basic Skill Laboratory yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu Basic Skill Laboratory A dan Basic Skill Laboratory B.

Pada kelas A, peserta yang dipandu oleh Anni Carmila Singkoh dan Warosati Jannati Marzan mendapatkan pelatihan mengenai berbagai keterampilan dasar laboratorium. Peserta berlatih melakukan penimbangan zat menggunakan neraca analitik, teknik pemipetan yang tepat, pembuatan larutan dari zat padat maupun zat cair, serta pengenalan dan penggunaan alat seperti piknometer dan buret.

Sementara itu, kelas B yang dipandu oleh Nayla Salsabilla Suzura dan Habiburrahman Asy Syaukani memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat berbagai instrumen dan peralatan laboratorium, antara lain refraktometer, furnace, desikator, oven, water bath, vortex, melting point, hotplate stirrer, serta lemari asam.

Pembagian peserta ke dalam dua kelas memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih terarah dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan peralatan laboratorium. Melalui sesi praktik ini, pengetahuan yang diperoleh pada sesi teori dapat langsung diterapkan dalam situasi kerja laboratorium.

Menyiapkan Generasi Muda Laboratorium yang Profesional

Pelatihan Anggota LMC 2026 menjadi salah satu langkah awal dalam mempersiapkan anggota baru agar memiliki fondasi pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum terlibat lebih jauh dalam aktivitas laboratorium.

Tema “BEYOND” menjadi semangat untuk mendorong anggota LMC tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga berkembang dalam aspek organisasi, jejaring, tanggung jawab, dan profesionalisme. Seorang anggota LMC diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem laboratorium yang menjunjung tinggi ketelitian, kedisiplinan, keselamatan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian materi dan praktik berlangsung. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan alat dan menerapkan keterampilan dasar laboratorium.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Naila Natania Humaira dan sesi penutupan oleh pembawa acara. Seluruh rangkaian Pelatihan Anggota LMC 2026 berlangsung dengan tertib dan lancar.

Melalui kegiatan ini, LMC HIMKA diharapkan terus berkontribusi dalam membangun budaya laboratorium yang aman, kompeten, dan profesional di lingkungan Program Studi Kimia FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bekal yang diperoleh para anggota baru diharapkan menjadi fondasi untuk menjalankan berbagai aktivitas laboratorium secara bertanggung jawab sekaligus mendukung terciptanya lingkungan akademik yang unggul dan berorientasi pada keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *