Konsinyering Jurnal Kimia Valensi: Persiapan Akreditasi 2027

Workshop Konsinyering Jurnal Kimia Valensi dilaksanakan sebagai forum evaluasi dan penyusunan strategi peningkatan mutu jurnal dalam rangka persiapan reakreditasi nasional tahun 2027 serta peningkatan reputasi internasional. Acara diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026, di Ruang Sidang Utama Lantai 2, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam pembukaan, Prof. Dr. La Ode Sumarlin, M.Si, editor in chief Jurnal Kimia Valensi, menekankan pentingnya menjaga status akreditasi nasional di tengah penerapan regulasi baru akreditasi jurnal, sekaligus mempertahankan indeksasi Scopus. Upaya peningkatan sitasi melalui promosi artikel yang telah terbit kepada penulis dan publikasi di media sosial terus dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan peringkat jurnal dari Q4 menuju Q3.

Pada sesi evaluasi, Bapak Tarso Rudiana, M.Si sebagai narasumber, menjelaskan bahwa Jurnal Kimia Valensi secara umum telah memenuhi standar tata kelola dan mutu yang dipersyaratkan dalam akreditasi. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan kualitas substansi artikel dan jumlah sitasi, serta perbaikan konsistensi teknis penulisan sesuai hasil evaluasi asesor ARJUNA. Pengajuan reakreditasi direncanakan pada Mei 2027 sehingga seluruh aspek penilaian harus dipersiapkan secara optimal.

Workshop juga menghasilkan beberapa rekomendasi penting, yaitu penyempurnaan template dan author guidelines, penyeragaman format penulisan artikel, penguatan kualitas proses editorial melalui penggunaan akun editor masing-masing, peningkatan keterlibatan editor dan reviewer dari institusi luar negeri, serta pemanfaatan data kunjungan dan unduhan artikel sebagai dasar pengembangan kebijakan editorial. Selain itu, disepakati bahwa referensi yang digunakan penulis diutamakan berasal dari artikel lima tahun terakhir dan didominasi oleh jurnal internasional bereputasi, termasuk mendorong sitasi terhadap artikel Jurnal Kimia Valensi yang relevan.

Dalam aspek etika publikasi, disepakati bahwa penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyusunan naskah wajib dinyatakan secara terbuka (AI disclosure), sedangkan ketentuan ethical clearance diterapkan sesuai jenis penelitian, yaitu wajib untuk penelitian in vivo dan tidak diwajibkan untuk penelitian in vitro.

Sebagai tindak lanjut, tim pengelola berkomitmen melakukan penyempurnaan tata kelola, penguatan kualitas artikel, peningkatan sitasi, serta penyelarasan seluruh pedoman editorial sebagai langkah strategis menghadapi reakreditasi tahun 2027 dengan target peningkatan peringkat Jurnal Kimia Valensi dari Q4 menuju Q3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *