Bandung, 13 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Kimia dalam ajang Bandung Essay Competition (BEC) 3 yang diselenggarakan pada 11–12 April 2026 bekerja sama dengan Politeknik TEDC Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Aula Graha Sarana Vidya Bandung dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Pada kompetisi tersebut, mahasiswi Program Studi Kimia Angkatan 2023, Azmiyatul Khusna, berhasil meraih Bronze Medal setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari penilaian naskah esai hingga presentasi final di hadapan dewan juri. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif dan inovatif berbasis keilmuan kimia yang aplikatif.
Bandung Essay Competition 3 diikuti oleh 365 finalis yang berasal dari 65 universitas di 16 provinsi, menjadikannya sebagai salah satu kompetisi esai tingkat nasional yang kompetitif dan sarat akan inovasi lintas disiplin ilmu. Para peserta dituntut untuk menghadirkan gagasan solutif terhadap berbagai permasalahan aktual dengan pendekatan ilmiah yang kuat.

Dalam kompetisi tersebut, Azmiyatul Khusna mengusung karya berjudul “Green Smart Pavement (GSP): Integrasi Fotokatalisis TiO₂-g-C₃N₄ pada Trotoar Permeabel untuk Mengurangi Polusi Udara dan Banjir Perkotaan”. Ide yang diangkat berfokus pada pengembangan material trotoar cerdas berbasis teknologi fotokatalisis yang mampu menguraikan polutan udara sekaligus meningkatkan daya resap air guna mengurangi potensi banjir di kawasan perkotaan. Inovasi ini menggabungkan konsep kimia material, lingkungan, dan rekayasa infrastruktur berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, karya yang dipresentasikan tidak hanya memiliki nilai ilmiah yang tinggi, tetapi juga menawarkan solusi yang relevan terhadap permasalahan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian global, khususnya di kota-kota besar dengan tingkat polusi dan risiko banjir yang tinggi.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi, serta semangat dalam melakukan riset dan penyusunan karya ilmiah. Dukungan dari lingkungan akademik juga turut berperan dalam mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan berinovasi di tingkat nasional.
Pihak Program Studi Kimia menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti kompetisi ilmiah serta mengembangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran Program Studi Kimia sebagai wadah pembinaan akademik yang mampu mencetak mahasiswa unggul, inovatif, dan berdaya saing. Partisipasi dalam ajang kompetisi seperti ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan soft skills mahasiswa, seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.
Kedepannya, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga kontribusi nyata mahasiswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

